Kemenangan Ahmadinejad Vs Lawatan Obama

Kemenangan Ahmadinejad Vs Lawatan Obama
Oleh:
Ria Casmi Arrsa

Sejak dilantik sebagai Presiden pada tanggal 6 Agustus 2005. Presiden incumbent Iran Mahmoud Ahmadinejad terpilih kembali dalam pemilihan umum.

Mahmoud Ahmadinejad seorang tokoh Iran yang lantang dengan kemahiran retorika dan keberaniannya dalam menyerukan ketidak tundukan pada negara adidaya, keberanian dalam memberantas korupsi, serta pembagian harta kekayaan negara secara adil dan merata akhirnya mengantar Ahmadinejad terpilih kembali dalam pemilihan umum yang diselenggarakan secara demokratis.

Hasil penghitungan terakhir menunjukkan Ahmadinejad mampu mengungguli lawan-lawan politiknya. Laporan KPU Iran menunjukkan bahwa Ahmadinejad unggul dengan total suara mencapai 68,8%, Sedangkan pesaing kuatnya Mir Hossein Maousavi mendapatkan suara sekitar 32,6%. Calon Presiden yang lainnya yaitu Mehdi Karroubi dan Mohsen Rezaie masing-masing mendapat suara kurang dari 2%. Sebuah kemenangan yang sangat fantastis mengingat bahwa pada tahun 2005 Ahmadinejad merupakan tokoh yang tidak diperhitungkan dalam kancah perpolitikan Republik Islam Iran.

Terpilihnya kembali Mahmoud Ahmadinejad diharapkan mampu membawa angin perubahan bagi perkembangan peta politik global. Republik Islam Iran Selama di bawah  kepemimpinan Ahmadinejad turut mempengaruhi situasi global berkenaan dengan konteks pengelolaan sumber daya alam, wacana pelestarian lingkungan dalam mengahadapi global warming, kebijakan pengembangan teknologi nuklir, maupun jalur-jalur diplomasi dengan negara-negara di dunia berkenaan dengan keikutsertaan dalam menjaga perdamaian di kawasan timur tengah. Meskipun dari dalam atau luar negeri serta lawan-lawan politiknya Ahmadinejad menuai kritik akan tetapi kesemuanya kembali pada konteks demokrasi yang berkedaulatan rakyat untuk memberikan mandat kepemimpinan Republik Islam Iran kepada Ahmadinejad.

Kemenangan Ahmadinejad sebelumya di dahuli dengan kemenangan Barack obama dalam pemihan umum Presiden Amerika Serikat. Dalam pemilihan umum obama mendulang kemenangan dan akhirnya menggantikan G.W Bush sebagai Presiden Amerika serikat. Kemenangan obama pun akhirnya ditindaklanjuti oleh sang Presiden untuk melakukan lawatan ke berbagai negara dipenjuru dunia salah satunya adalah kawasan timur tengah. Jargon politik luar negeri yang disampaikan oleh Barack obama yaitu persaudaraan Amerika-Islam. Sebuah slogan yang sangat bombastis ditengah dilema konflik timur tengah antara Israel dan Palestina akan tetapi Amerika Serikat sebagai pilar kokoh negara adidaya dan adikuasa tidak mampu menjadi pilar keamanan dunia dan cenderung pasif melihat fakta yang terjadi. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza Palestina oleh serangan rudal Israel merupakan bentuk kebiadaban sebuah bangsa dan ketidakhadiran Amerika sebagai negara yang terlalu sering melontarkan jargon-jargon hak asasi manusia, demokrasi maupun slogan anti kekerasan dan non diskriminasi. Dibalik kemenangan Ahmadinejad dan kemenangan Barack obama dalam kancah perpolitikan masing-masing negara akankah membawa sebuah paradigma perubahan yang menghasilkan konsekuensi pada perdamaian dunia ataukah sebaliknya merupakan bom waktu yang akan meledak setiap saat jika masing-masing pihak tidak memahami arti toleransi dan makna kedaulatan sebuah bangsa yang merdeka bebas dari belenggu penjajahan.

 

Ahmadinejad Vs Lawatan Obama

Lawatan obama ke sejumlah negara jelas memiliki misi diplomasi tertentu di berbagai sektor. baik dalam bidang ekonomi, pertahanan dan keamanan, maupun konteks ekspansi Amaerika serikat terhadap akses pengelolaan sumber daya alam di berbagai negara. Mengingat bahwa dalam beberapa dekade perekonomian Amerika mengalami kesemrawutan dan carut marut akibat diterpa oleh krisis ekonomi global. Aktivitas dari sebuah lawatan kenegara-negara di dunia merupakan manifestasi pelaksanaan politik luar negeri sebuah negara, misi diplomasi dilakukan demi mencari dukungan dalam memperkuat pilar perekonomian dan citra sebuah negara.

Sementara itu aktivitas Ahmadinejad juga kerapkali membuat amerika maupun PBB geram. Amerika, Badan Nuklir dunia maupun PBB juga mengecam dan memprovokasi bebrapa negara untuk mengembargo secara ekonomi bagi Iran jika tidak mau menghentikan aktivitas pengayaan dan pengembangan teknologi nuklirnya. Dengan nada lantang Ahmadinejad mangatakan bahwa setiap bangsa memiliki hak untuk mengembangkan nuklir, jika Amerika boleh menagapa Iran tidak boleh mengembangkan tenologi nuklir yang bertujuan untuk perdamaian. Perseteruan pun terus terjadi melihat bahwa terdapat indikasi Iran menggunakan teknologi nuklir untuk mengembangkan teknologi persenjataan. Kecaman dari berbagai negarapun tidak membuat Presiden Iran tersebut menjadi takut ataupun gentar bahkan Ahmadinejad semakin reaktif terhadap pentas politik global ketika menyatakan pendapat  untuk mengembargo Israel terhadap akses minyak. Disamping itu dalam forum sidang MU PBB di New York pada bulan april 2009 Ahmadinejad menuduh Israel Melakukan kebijakan rasialis terhadap rakyat Palestina. Pidato keras Ahmadinejad turut mendulang simpati dari segenap negara.

Pernyataan keras Ahmadinejad terhadap Israel dan Palestina sangat kontras berkenaan dengan fakta yang terjadi terhadap situasi politik di timur tengah. Bangsa-bangsa Arab seolah-olah tidak punya nyali untuk bersatu dan melawan zionisme yang dilancarkan oleh Israel. Negara-negara arab yang notabenya negara pengekspor minyak tak kunjung berani menyatakan lawan kebiadaban Israel terhadap Palestina. Sehingga dukungan untuk mewujudkan perdamaian di kawasan timur tengah pun tak kunjung terjadi.

Melihat fakta yang terjadi, tampak ada sebuah titik pertemuan dan pertautan antara Ahmadinejad dan Barack Obama. Jika ditelisik pada realitas yang  terjadi Obama melalui politik luar negerinya mengumandangkan jargon persaudaraan Amerika-Islam. Secara tersirat Amerika ingin menjalin citra dan kerjasama dengan negara-negara Islam dalam merangkai terciptanya perdamaian dunia. Sehingga secara arif dan bijak harapannya Amerika pun konsisten terhadap slogan yang dipromosikan di negara-negara kawasan timur tengah yang notabenya merupakan komunitas masyarakat Islam yang cukup besar. Kemenangan Ahmadinejad dalam kancah politik Republik Islam Iran diharapkan mampu menggugah semangat negara-negara didunia untuk terus mendukung terwujudnya perdamaian dunia sebagai bentuk penghormatan terhadap harkat dan martabat kemanusiaan. Kemenangan Ahmadinejad dan lawatan Obama dengan jargon persaudaraan Amerika-Islam diharapkan menjadi sebuah spirit persaudaraan yang konsisten. Pertautan diantara keduanya semoga tidak hanya menjadi sebuah makna simbolik belaka. Akan tetapi mencerminkan sebuah komitmen masayarakat dunia dalam mewujudkan ketertiban dan perdamaian abadi sebagai sebuah nilai-nilai universal yang dicita-cita oleh setiap bangsa di dunia.

 

 

Nama               : Ria Casmi Arrsa

Email               : ppotoda@gmail.com

No HP             : 081334341666/www.ppotoda.org

Alamat                        : Jl. Kerto Asri 114 B Malang Jawa Timur

Status                 : Peneliti Pada Pusat Pengembangan Otonomi Daerah dan                                         Demokrasi (PP OTODA) FH Universitas Brawijaya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: