Pengamat: Jokowi Jangan Jadi Turis Lokal !

INILAH.COM, Jakarta – Beberapa kalangan menilai, kinerja Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang kerap mengunjungi warga Jakarta, merupakan hal yang positif. Meski demikian, Joko Widodo diharapkan tak melupakan beberapa tugas gubernur yang harus dilakukannya, dan jangan menjadi turis lokal.

Memandang kondisi tersebut, Direktur Masyarakat Pemantau Kebijakan Eksekutif dan Legislatif (Majelis) Sugiyanto mengatakan, sejak dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, lebih sibuk menyerap aspirasi masyarakat dan memantau langsung situasi dan kondisi di lapangan.

Padahal, lanjutnya, sebagai gubernur, Jokowi perlu memikirkannya secara serius permasalahan yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta. Termasuk tentang pembentukan rancangan APBD DKI 2013 paling lambat harus diusulkan DPRD DKI tanggal 30 Novermber 2012, karena harus diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“APBD 2013 harus mulai berjalan 1 Januari. Kalau telat berdampak pada kepentingan publik. Jadi gubernur jangan sampai hanya sibuk kunjungi kampung-kampung seperti layaknya turis lokal, sehingga melupakan waktu penyusunan anggaran. Program-programnya sudah ditunggu masyarakat. Realisasinya pasti seiring dengan alokasian anggaran,” ujarnya.

Sugiyanto menegaskan, persoalan mafia anggaran dalam APBD DKI sulit untuk dibuktikan. Kendati dirinya memastikan, mafia anggaran itu ada. “Ini sudah masuk dalam sistem. Mulai dari usulan anggaran sudah bermain. Jokowi harus bisa bersihkan dan rombak anggaran secara total untuk antisipasi pihak yang menggerogoti uang rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebagai mantan walikota, Gubernur Jokowi memiliki pengalaman dalam penyusunan anggaran. Hanya saja, Ibu Kota DKI Jakarta memiliki anggaran yang sangat besar. “Jokowi harus berani menolak usulan anggaran yang bukan dari dinas dan suku dinas. Harus diwaspadai usulan dinas yang juga titipan dari pengusaha. Ketika dikejar oleh dewan, dinas tak bisa menjelaskan secara detail. Artinya waspadai dinas dan sudin yang masuk angin,” jelasnya.

Sebelumnya Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin juga mendesak Gubernur DKI Jakarta Jokowi agar jalan-jalan ke lokasi pemukiman warga dikurangi, sehingga dapat mempunyai waktu lebih luang untuk mempelajari masalah krusial yang tengah dihadapi Pemprov DKI, termasuk masalah Blok A Pasar Tanah Abang. “Kalau bisa jalan-jalannya dikurangi sedikitlah, luangkan waktu untuk melihat berkas lama Pasar Jaya. Gubernur harus berikan opininya, sehingga bisa menyelamatkan pasar ini,” kata Nurdin.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: