Uang Misterius

Otonominews via malang-post.com

MALANG– Mengungkap kasus pencurian uang ratusan juta rupiah di kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang membutuhkan waktu yang cukup panjang. Hingga kemarin, anggota Satreskrim Polres Malang Kota yang melakukan penyelidikan, masih belum menemui titik terang siapa pelaku yang patut dicurigai. Meskipun sekarang, polisi mengantongi rekaman CCTV yang didapat dari kantor di Jalan Veteran Malang tersebut. “Belum ada titik terang. Masih diselidiki,” kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Teguh Prito Wasono, kemarin. Tetapi, dia tidak menampik bila pihaknya saat ini masih mencari dan mencocokan wajah pelaku pencurian dengan data base pelaku kriminal yang pernah tertangkap.

Sayang, hasilnya pun diakuinya masih belum seperti yang diharapkan. Mantan Pama Biro SDM Polda Jatim ini mengatakan akan melakukan pemanggilan kembali beberapa pegawai Diknas Kota Malang untuk dimintai keterangan. Teguh, panggilanya yang memimpin olah TKP mengklaim menemukan beberapa kejanggalan. “Kuat dugaan, aksi pencurian ini melibatkan orang dalam,” ujarnya. Sementara itu, di bagian lain, Diknas Kota Malang bisa dianggap teledor  menyimpan uang dalam brankas yang dibobol pencuri, Jumat (6/7) lalu. Sebab jumlah uang  yang disimpan dalam brankas seharusnya tidak boleh dari Rp 10 juta.
Hal ini mengacu dari sejumlah aturan tentang tata cara penyimpanan uang di brankas dinas. Diantaranya Surat Edaran (SE) Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan, No 134/A/632/1996. Dalam SE mengatur bahwa penyimpanan uang tunai dalam brankas maksimal hanya Rp 10 juta. Selain itu juga diatur dalam SE Ditjen Perbendaharaan, Kementerian Keuangan No 39/A/1990 dan UU No 20 tahun 1997 tentang penerimaan negara.
Namun, hal ini dibantah Sekota Malang, Dr H Shofwan. Saat ditemui di acara peninjauan 1.000
rumah di Madyopuro kemarin, dia mengatakan bila uang ratusan juta yang hilang ini bukanlah uang dinas. Mantan Kadiknas Kota Malang ini juga membantah bila jumlah uang yang lenyap lebih dari Rp 500 juta. Sebelumnya, Teguh menyatakan bila uang yang hilang adalah gaji ke-13 milik pegawai Diknas Kota Malang. Informasi ini didapatnya dari hasil pemeriksaan terhadap saksi yang diperiksa.  “Jumlahnya Rp 500 juta. Uang itu milik koperasi,” tegas dia. Dia juga tidak mau berspekulasi siapa pelakunya, sebab semua sudah menjadi urusan polisi.
“Kan sudah ada di CCTV. Bisa dilihat dari CCTV,” ujar mantan Kadiknas Kota Malang tersebut. Meski demikian, dia mengingatkan agar tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di masing-masing kantor. Ia berharap, uang lebih aman disimpan di bank.  “Selama ini disimpan di bank. Begitu ada uang dalam jumlah yang besar langsung dibawa ke bank,” pintanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kantor Dinas Pendidikan di Jalan Veteran Malang, dibobol pencuri. Empat pelaku membuka brankas dan menguras isinya. Dari dalam brankas yang ada di ruang TU, pencuri membawa kabur uang ratusan juta rupiah.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: