Jambore UMM

Otonominews via malang-post.com

MALANG- Kalau menteri kesehatan gencar mengampanyekan kondom, badan kependudukan dan keluarga berencana nasional (BKKBN) memilih optimalisasi pendidikan kesehatan reproduksi. Kampanye ini dilakukan melalui keberadaan pusat informasi dan konseling (PIK) remaja yang ada di sekolah maupun di perguruan tinggi.
”Saya tidak akan kampanye kondom, tapi akan lebih memaksimalkan sosialisasi mengenai pentingnya kesehatan reproduksi kepada remaja,” ungkap Kepala BKKBN, Sugiri Syarif saat membuka acara jambore PIK R antar perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) se Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin.

Kalau pun saat ini BKKBN memesan ratusan ribu kondom, sasarannya bukan untuk remaja. Tapi untuk kalangan dengan perilaku seks berisiko, termasuk pasangan suami istri, yang bertujuan menghindari penularan penyakit dan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.
Pembantu Rektor 3 UMM, Dr Diah Karmiaty Psi menegaskan kampanye kondom tidak bisa menyelesaikan masalah perilaku. Yang jauh lebih efektif adalah kegiatan sosialisasi dan pendidikan seks sejak dini.
”Karena itu UMM kini memfasilitasi problema kesehatan reproduksi remaja melalui PIK R ini,” ujarnya.
Bahkan UMM akan segera mendeklarasikan PIK R yang awalnya hanya lembaga semi otonom (LSO) menjadi salah satu unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang dibawahi universitas.
”Kami berharap permasalahan remaja dibidang kesehatan reproduksi bisa dipecahkan melalui komunikasi sebaya dalam PIK R ini,” bebernya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: