Rekor Guinness, Borobudur Makin Mendunia

Otonominews via VIVAnews.com

Candi Borobudur resmi tercatat dalam Guinness World Records sebagai situs arkeologis Candi Budha terbesar di dunia. Gelar ini diharapkan menjadi pintu masuk, agar warisan wangsa Syailendra tersebut makin mendunia.
Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur Prambanan Ratu Boko (Persero), Purnomo Siswoprasetjo mengatakan, setelah masuk buku catatan Guinness World Records harapannya, Borobudur langsung bisa masuk ke jaringan mereka yang berpusat di London.

“Pastinya dengan masuk Guinness World Records, Candi Borobudur akan semakin dikenal di dunia,” kata dia kepada VIVAnews, Rabu malam, 4 Juli 2012.
Makin mahsyur Borobudur, diharapkan makin banyak jumlah wisatawan yang berkunjung ke candi yang terletak di Magelang, Jawa Tengah itu. “Orang bisa semakin mengenal dan bisa mengetahui kalau Candi Borobudur memang candi yang paling besar,” tuturnya.
Catatan Guinness World Record juga menambah gelar bagi Borobudur. Sebelumnya, situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. “Selama ini mendapat pengakuan sebagai  world herritage. Tapi sekarang ini sudah jadi candi yang terbesar dunia,” ucap dia.
Bahkan, Purnomo berharap kedepannya Candi Borobudur bisa untuk lokasi pembuatan film, seperti Angkor Wat yang makin terkenal sejak dijadikan lokasi pembuatan film Lara Croft: Tomb Raider tahun 2001 yang juga melambungkan nama artis Angelina Jolie. “Semakin dikenal kan bisa dipromosikan lagi. Ya semoga bisa sering untuk lokasi syuting film biar semakin dikenal,” harapnya.
Pencatatan Guiness World Record dilakukan pada 27 Juni 2012. Borobudur memiliki ukuran 123×123 meter persegi (403 x 403 kaki) dan volume bangunan sebesar 60.000 meter kubik (m3).
Kisah Borobudur

Nama Borobudur pertama kali ditulis dalam buku “Sejarah Pulau Jawa” karya Sir Thomas Stamford Raffles. Tak jelas, dari mana asal nama itu dan apa artinya.
Bentuknya yang unik, dan fakta ia dibangun di atas bukit memunculkan dugaan, Borobudur dibangun di atas dasar danau purba yang telah mengering. Adalah pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori itu. Bahwa Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau.
Namun, tak semua lantas setuju, teori itu menjadi bahan perdebatan di kalangan arkeolog abad ke-20. Hingga saat ini jawaban pasti belum diperoleh.
Saat ditemukan, Borobudur jauh dari gambaran saat ini: candi megah nan besar, dengan stupa unik, relief yang halus dan penuh pesan bijak dari para leluhur. Selama  berabad-abad, Borobudur tersembunyi, terlantar, terkubur di bawah tanah dan debu vulkanik. Pohon dan semak belukar tumbuh di antara batu. Borobudur serupa bukit.
Keberadaannya menjadi perhatian Pemerintah Belanda, setelah kabar keberadaan monumen luar biasa itu sampai ke telinga Thomas Stamford Raffles pada tahu 1814, Gubernur Jenderal kala itu.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: