Pasar Tradisional Mati akibat Keberadaan Mal

otonominews via mediaindonesia.com

MALANG–MICOM: Pasar tradisional di Kota Malang, Jawa Timur, semakin terdesak oleh hadirnya supermarket. Akibatnya, sejumlah pasar tradisional mati dan toko kelontong di desa-desa gulung tikar.
Berdasarkan penelitian Pusat Pengembangan Otonomi Daerah dan Demokrasi (PP Otoda) Fakultas Hukum Universitas Brawijaya pada 2011, dalam waktu 10 tahun kedepan, seluruh pasar tradisional di Malang bakal mati. Sebab sekarang ini terjadi pertumbuhan negatif pasar tradisional hanya 7%, sedangkan pasar modern tumbuh 35,4%.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Malang harus membuat regulasi untuk membatasi pasar modern,” tegas Wakil Ketua DPRD Kota Malang Ahmadi kepada mediaindonesia.com, Senin (18/6).
Politisi dari PKS itu menjelaskan, sejauh ini Pemkot Malang belum memiliki peraturan daerah untuk mengatur berdirinya pasar modern dan pasar tradisional. Oleh karena itu, pasar modern terus menjamur di pusat keramaian karena diberi izin seakan tanpa ada pembatasan. Padahal, dampaknya mematikan pasar tradisional di sekitarnya.
“Keberadaan Malang Olympic Garden (MOG) di Jalan Kawi mematikan pasar tradisional di Bareng. Lokasi MOG itu sangat dekat dengan pasar tradisional, jaraknya kurang dari satu,” ujarnya.
Selain itu, Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing juga dibongkar untuk diganti dengan mal. Pemkot Malang terus memberikan izin pembangunan pasar modern dengan menggusur pasar tradisional.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: