Keluarga Tolak Penyerahan Jenazah Oleh Kapolda

otonominews via papuapos.com

Keluarga korban penembakan almarhum Mako Musa Tabuni menolak secara tegas penyerahan korban oleh Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Pol Drs, Bigman Lumban Tobing di Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kota raja, Abepura, Jumat pagi [15/6].
Padahal kedatang Kapolda Papua bersama Wakapolda, Brigjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Kapolres Jayapura Kota, AKBP Alfred Papare SiK untuk menyaksikan pelepasan jenazah Alm dari Rumah Sakit Bhayangkara.Adapun alasan keluarga korban menolak pelepasan jenazah karena almarhum nama lengkap Mako Musa Tabuni kelahiran 24 April 1978 telah ditembak aparat, sehingga tidak perlu lagi diserahkan oleh pihak kepolisian.

’’Tidak perlu lagi ada penyerahan dari pihak kepolisian, biarlah kami sendiri yang mengurus jenazah saudara kami ini hingga ke pemakaman nanti,” ujar salah seorang keluar Mako Tabuni saat hendak dimasukan di Peti Mati untuk di makamkan.
Sebelum dimasukkan kedalam peti mayat, terlebih dahulu keluarga almarhumm melaksanakan ibadah pelepasan sebagai tanda penghargaan dari keluarga almarhum, Mako Tabuni dengan di warnai isak tangis dari keluarga. Usai doa bersama, jenazah Almarhum langsung diangkat ke mobil jenazah Rumah Sakit Bhayangkara dengan nomor polisi DS01 AM.
Salah seorang keluarh almarhum, Mako Musa Tabuni menyatakan bahwa, kematian saudara mereka merupakan biasa, akan tetapi perjuangan almarhum tetap ada di hati para keluarga.
Selanjutnya, keberangkatan jenazah Almarhum diwarna dengan kesedihan bagi keluarga, sehingga begitu keluar dari pintu RS Bhayangkara tampak keluarga sekitar 50 orang sebagian menggunakan sepeda motor mengarahkan jalan menuju ke rumah duka di Sentani, Kabupaten Jayapura dengan pengawalan dari Brimob Polda Papua.
Sesuai Prosedur
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, AKBP, Drs.Johannes Nugroho Wicaksono menilai bahwa penangkapan dan penembakan almarhum Mako Musa Tabuni sudah sesuai dengan prosedur. Artinya sebelumnya polisi melakukan penangkapan kepada yang bersangkutan, terlebih dahulu polisi menyelidiki dan melakukan pengembangan kepada yang bersangkutan.
‘’Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi yang bersangkutan diduga terkait dalam aksi teror yang terjadi selama ini terjadi,” kata Johannes kepada wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Jumat [15/6].
Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat yang ada diwilayah Kota Jayapura untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Sebab polisi bersama TNI akan selalu menjaga keamanan dan ketertiban pasca kerusuhan yang terjadi di Waena.
Dikatakan, ketika polisi melakukan penangkapan terhadap Mako Tabuni. Polisi menemukan senjata api dan beberapa peluru yang masih utuh di dalam celana korban. ‘’Kini senjata api itu telah dikirim ke Forensik Mabes Polri untuk dilakukan uji Balistik,’’ paparnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: