Puan instruksikan semua kader memenangkan pilkada, Pemilu dan Pemilihan Presiden 2014.

OtonomiNews via VIVAnews


VIVAnews – Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Puan Maharani memimpin apel akbar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno di Purwokerto, Jawa Tengah.
Dalam apel itu, Puan Maharani yang merupakan cucu Bung Karno menyerukan instruksi partai agar seluruh struktur dan kader partai bekerja keras memenangkan semua pemilihan kepala daerah, Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden 2014.
Puan menyatakan, memenangkan semua pertarungan politik itu adalah titik penting dalam mewujudkan mimpi Indonesia yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian sesuai amanat Trisakti oleh Bung Karno. Puan mengatakan cita-cita negara dan gagasan Partai untuk rakyat dapat diwujudkan dengan memaksimalkan peran eksekutif dan legislatif, baik di tingkat daerah maupun di tingkat nasional.

“Sebagai sebuah negara demokrasi, kedua peran itu dapat dipegang Partai melalui kemenangan dalam Pemilihan Umum. Maka untuk mewujudkan cita-cita negara dan gagasan partai guna kesejahteraan rakyat, saya instruksikan seluruh jajaran PDI Perjuangan supaya bersiap memenangkan pilkada, pileg, dan pilpres 2014,” kata Puan dalam amanahnya di Apel Siaga, Minggu 10 Juni 2012.
Sebagai contoh, kata Puan, PDI perjuangan memang sudah menunjukkan kerja keras menjaga kepentingan rakyat saat meloloskan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Atau ketika partai itu berjuang menolak kenaikan harga BBM subsidi.
Namun, Puan menegaskan bahwa pekerjaan demikian akan lebih mudah dilakukan bila PDI Perjuangan mampu memenangkan Pilkada, Pileg, hingga Pilpres. Bahkan partai itu akan bisa membuat lebih banyak lagi untuk rakyat kecil bila menjadi partai pemenang.
“Jiwa dan roh BK masih bersama kita. Saya yakin dari Banyumas ini, semangat ini akan menyebar ke seluruh Indonesia, membuat keadaan lebih baik bagi Indonesia. Indonesia akan selalu berharap kepada kita. Turunlah ke bawah, menyatu bersama rakyat. Tak ada Pemimpin tanpa rakyat,” kata dia seperti disampaikan dalam rilis yang diterima VIVAnews sore ini.
Pada kesempatan itu, cucu Proklamator Soekarno itu mengatakan seluruh kader partai harus menjadikan Bulan Bung Karno sebagai momentum untuk menempatkan ide, gagasan dan cita-citanya sebagai sumber inspirasi dan motivasi menjadikan Indonesia yang berdaulat dan sejahtera.
“Lihat saja, adakah kedaulatan Indonesia ketika pekerja kita di luar negeri hidup menderita? Kita seharusnya cepat melindungi mereka,” kata Puan. “Adakah kesejahteraan Indonesia ketika orang takut sakit, karena tidak punya biaya berobat? Adakah kesejahteraan Indonesia di masa depan ketika generasi penerus bangsa, anak-anak kita, dihadapkan dengan biaya pendidikan yang makin tidak terjangkau?”
Pada kesempatan itu, Puan juga mengingatkan agar ajaran Bung Karno seharusnya tak hanya dijadikan semangat yang praktiknya tak memberikan manfaat jelas dan nyata bagi masyarakat. Sebagai contoh, kata Puan, bila pasar kotor, maka kader PDI Perjuangan harus proaktif membersihkan, memperbaiki jalanan rusak, dan mengadvokasi masyarakat yang merasakan ketidakadilan hukum.
“Kita semua berjuang di politik adalah untuk rakyat, untuk wong cilik. Bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kepentingan kelompok, tetapi untuk rakyat dan hanya rakyat,” tegas Puan.
Perempuan yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR itu juga mengingatkan seluruh struktur dan kader partai harus membiasakan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-harinya. Sebab intisari Pancasila 1 Juni 1945 adalah gotong royong, sebuah paham dinamis yang dijelaskan Bung Karno sebagai ‘amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama.’
Pada Apel Akbar Bulan Bung Karno itu, tercatat 12 ribu struktur PDI Perjuangan dari DPD Jawa Tengah yang menghadiri acara. Ditambah dengan masyarakat sekitar dan tamu undangan dari seluruh Indonesia, setidaknya 20 ribu orang berada hadir di Stadion Satria, Purwokerto, Jawa Tengah.
Mengenai Purwokerto dan Banyumas, Puan bercerita bahwa kedua kota itu adalah saksi sejarah salah satu kiprah Bung Karno. Ketika masih hidup, Soekarno hadir dan menginap dua malam di desa Kemrajen untuk mengenali jiwa yang hidup di rakyat. Pada kesempatan itu, Presiden Pertama Indonesia itu juga menghadiri Kongres Partai Nasional Indonesia (PNI) ke-10 pada 28 Agustus – 1 September 1963.
“Di Purwokerto inilah Bung Karno mengatakan bahwa kota ini adalah kota ibukotanya PNI. Karena rakyat di sini adalah rakyat Marhaen yang punya jiwa merdeka, tidak feodal, apa adanya,” kata Puan yang kemudian disambut riuh tepuk tangan serta teriakan ‘merdeka’ dari peserta apel. (umi)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: