Brimob Ditugaskan 24 Jam Patroli

OtonomiNews via papuapos.com

JAYAPURA [PAPOS]– Gilbert Febrian Madika [16] pelajar kelas 2 SMA Kristen Kalam Kudus korban penembakan yang dilakukan orang tak dikenal [OTK] di Skyline, Selasa [4/6] malam sekitar pukul 20.00 WIT malam, saat ini tengah dirawat intensif di ruang ICU RSUD Dok-II.
Bahkan Polda Papua telah menugaskan 2-3 anggota Brimob untuk melakukan patroli selama dua puluh empat jam di kota Jayapura. Patroli ini sebagai upaya memberikan rasa aman bagi warga kota Jayapura mengingat akhir-akhir ini hanya dalam hitungan hari saja, penembakan sudah dua kali terjadi di kota Jayapura.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, AKBP, Drs. Johannes Nugroho Wicaksono mengatakan, pelaku penembakan terhadap korban [Gilbert,red] masih dalam tahap penyelidikan pihak Kepolisian.
Dari keterangan korban kepada polisi, berawal ketika korban naik sepeda motor di Skyline karena sudah terlalu gelap sehingga menyulitkan korban untuk melihat DS sepeda motor yang ditumpangi pelaku penembakan. Namun demikian katanya, Polda akan terus berupaya melakukan penyelidikan sehingga kasus penembakan tersebut terungkap.
Dikatakan, penembakan yang dialami pelajar SMA dengan WNA di Pantai Base G tidak bisa disamakan, sebab kisah antara penembakan WNA di Base-G dengan Pelajar SMA Kalam Kudus itu berbeda. ‘’Saat ini tim dari Polda Papua tengah bekerja melakukan olah TKP, apakah penembakan pelajar SMA Kristen Kalam Kudus ini ada kaitannya atau tidak. Itu bisa diketahui nanti dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim setelah dilakukan oleh Tempat Kejadian Perkara [TKP]. Secara bersama-sama hasil penyeledikan ini bisa kita ketahui,’’ paparnya.
Lanjutnya, maraknya aksi penembakan akhir-akhir ini di Kota Jayapura menjadi perhatian dari Polda Papua. Untuk itu, Polda Papua telah menugaskan Brimob beranggotakan 2 sampai 3 anggota untuk melakukan patroli selama 24 jam mulai dari kawasan Abepura sampai Pasir II. Kehadiran brimob ini diharapkan bisa menciptakan kondisi dan situasi Kota Jayapura aman dan tenteram tanpa ada gangguan tindak kekerasan.
Ditempat terpisah, tetangga korban yang enggan namanya dikorankan mengatakan sebelum penembakan terjadi, Gilbert sedang melayat kerumah duka temannya yang orang tuanya meninggal di Dok IX karena rumah Gilbert jauh jaraknya sehingga Gilbert memutuskan untuk pulang mendahului teman-temannya. Gilbert orangnya tidak suka keluyuran, apalagi kalau sudah malam hari.
Dari pihak keluarga korban secara tegas meminta kepada pihak kepolisian agar sungguh-sungguh bekerja supaya mengungkap kasus penembakan itu. ‘’Kami harap kasus ini segera terungkap. Kasus ini jangan sampai diulur-ulur. Apalagi korbannya adalah orang yang tidak tahu apa-apa. Siapapun pelakunya harus dihukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,’’ tegasnya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: