Kampanye Hitam Kian Marak

OtonomiNews – via seputar-indonesia.com – Menjelang penetapan pasangan calon gubernur (cagub)- calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, kampanye hitam (black campaign) semakin marak. Seperti yang dialami pasangan Fauzi Bowo- Nachrowi Ramli (Foke-Nara).Pasangan ini diserang dengan cara pembagian kupon sembako gratis palsu oleh oknum tak bertanggung jawab.
Kupon sembako gratis palsu ini diterima puluhan warga dari sejumlah wilayah di Jakarta.Tanpa komando,mereka pun mendatangi rumah Fauzi Bowo di Jalan Teuku Umar 24,Menteng, Jakarta Pusat,kemarin. Kehadiran mereka karena mendapatkan kupon seukuran kartu nama berwarna biru secara cuma-cuma di kediamannya. Kupon berwarna dasar biru itu diberikan seseorang yang tidak dikenal.

Dalam kupon itu terdapat gambar foto Foke-Nara. Ada logo Forum Bersama Jakarta (FBJ) serta tagline ”Foke Peduli Rakyat” dan terdapat tulisan kupon sembako gratis. Ketua FBJ Irwan Setiawan mengatakan,pihaknya merasa dirugikan dengan adanya peredaran kupon gratis palsu tersebut, sebab di kupon itu tertulis nama FBJ. Masyarakat menilai pembagian sembako gratis ini dilakukan oleh FBJ, sehingga FBJ dianggap harus bertanggung jawab.
”Kami tidak mengagendakan ini dalam pemenangan pasangan Fauzi-Nara,”kata Irwan di Media Center Fauzi Bowo- NachrowiRamlidiJalanDiponegoro 61,Jakarta Pusat,kemarin. Menurut dia, kejadian ini dilakukan pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan menginginkan Jakarta tidak aman. Munculnya kampanye hitam ini membuat masyarakat mudah terpengaruh. Masyarakat bisa menganggap buruk kepada pihak Fauzi-Nara.
”Kita menginginkan kompetisi Pilkada DKI Jakarta ini berlangsung secara fair.Bukan dengan cara tidak sehat dan menjatuhkan ini,”keluhnya. Budi Siswanto, sekretaris Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli,mengatakan pihaknya telah melapor ke Polsek Menteng, Jakarta Pusat. ”Laporan itu telah diteruskan ke Polda Metro Jaya,”sebut Budi. Dia menilai cara penyebaran kupon sembako gratis palsu ini dilakukan dengan sistematis.
Akan tetapi masih terdapat sisi lain yang mengindikasikan kupon itu dibuat oleh pihak luar, karena di kupon dituliskan taglineFoke Peduli Rakyat. ”Pasangan Fauzi-Nara tidak menggunakan taglinetersebut. Tagline kami Jakarta Maju Terus,”tukasnya. Selanjutnya, setiap produk alat kampanye dari pasangan Foke-Nara disertai tanda keaslian khusus.
Tanda keaslian itu hanya diketahui beberapa orang khusus di tim sukses. ”Produk kampanye kami memiliki tanda keaslian. Tidak mudah ditiru oleh pihak lain,” tandasnya. Sebelumnya kampanye hitam juga dialami pasangan calon gubernur Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi- Ahok) dan Alex Noerdin-Nono Sampono.
Pasangan Jokowi- Ahok mengalami black campaign dalam bentuk penyebaran brosur oleh oknum tidak bertanggung jawab.Brosur itu berisikan tulisan Tolak Jokowi.Di dalamnya dipaparkan data kegagalan Jokowi memimpin Solo. Selebaran ini ditemukan oleh warga perumahan kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Adapun black campaign yang dialami Alex Noerdin adalah merebaknya dengan isu poligami dan kasus korupsi Wisma Atlet Palembang. Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Alfan Alfian menganggap black campaign sebagai suatu fenomena umum dalam pilkada maupun pemilu. Hanya, cara seperti ini tidak mencerdaskan masyarakat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: