Isu Kebocoran UN Goncang Jatim

OtonomiNews – via Seputar-Indonesia.comDugaan kebocoran soal masih mewarnai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/MA/SMK tahun ini. Pada hari pertama kemarin, di Jombang beredar pesan singkat yang diduga berisi kunci jawaban mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Pada short message service (SMS) yang beredar di kalangan siswa ini, ada tiga kunci jawaban dari tiga paket soal Bahasa Indonesia yakni A, B, dan E. Setiap paket berisi 50 huruf atau sama dengan jumlah soal yang diujikan.Pada paket tersebut juga disertai dengan kode rahasia soal UN seperti P 12, P 25,dan P 54. Yang mengherankan, pada akhir SMS ini menyebutkan kalau kunci jawaban Bahasa Indonesia 2012 ini berasal dari SMKN 6 Surabaya. Selain itu, dalam SMS juga tertulis,”Ojok banter-banter tapi ati-ati dan jangan terlalu percaya kerjakan sebisa kamu dulu”.

Namun sumber SMS ini masih belum diketahui dengan jelas. Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Jombang Junaidi Hidayat mengakui menerima pesan singkat tanpa identitas berkali-kali. Dia akhirnya memutuskan untuk menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi salah satu sekolah. ”Yang kami terima hanya untuk soal jenis paket A. Untuk soal B,C,D dan E tidak ada.SMS saya terima tepat pukul 08.11 WIB,”terang Junaidi Hidayat. Dewan Pendidikan melakukan investigasi dengan menghadirkan beberapa guru Bahasa Indonesia.

Dengan mengambil salah satu soal UN, beberapa guru Bahasa Indonesia tersebut diminta untuk mengerjalan soal UN. Lantas, hasil jawaban itu dicocokkan dengan isi SMS yang merupakan bocoran kunci jawaban tersebut. ”Hasilnya, 75%kunci jawaban dalam SMS itu benar,”tambahnya. Mengetahui tingkat kebenaran kunci jawaban via sms ini cukup tinggi, Junaidi lantas melaporkannya ke Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto.”Karena ini menyesatkan. Kami minta Dindik untuk mengatasi masalah ini agar pelaksanaan UN bisa fair selanjutnya,”tambahnya.

Kasus ini,sementara ini memang masih belum dilaporkanke kepolisian. Menurut Junaidi, meski demikian polisi sudah mengetahui adanya kasus ini.Dan ia berharap agar polisi bisa menindaklanjuti temuan tersebut. ”Kami tak memiliki dugaan siapa yang menyebar sms itu.Dariguru, siswa atau orang lain.Biarlah pihak yang berwenang untuk menelusurinya, ”tukasnya. Kasus beredarnya sms kunci jawaban itu sebenarnya terjadi sejak sehari menjelang pelaksanaan UN.

Namun SMS sebelumnya itu diragukan kebenarannnya. ”Kalau SMS sebelumnya memang tidak benar, artinya jawaban itu salah. Tapi kalau yang tadi pagi (kemarin), tingkat kebenarannya cukup tinggi,”kata dia. Meski begitu, Kepala Dindik Kabupaten Jombang Muntholib tidak menganggap serius masalah ini. Dia meminta semua pihak tidak menanggapi masalah ini dengan serius. ”Jangan dianggap serius.Kami akan minta Dewan Pendidikan untuk tidak menanggapi serius masalah ini. Kami ingin pelaksanaan UN berjalan kondusif,” kata Muntholib.

Setelah ini kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dewan Pendidikan. Muntholib sendiri memang terkesan tak ingin menanggapi masalah beredarnya sms yang merupakan kunci jawaban dengan tingkat kebenaran 75% itu. ”Ya, nantilah kita akan koordinasi,” ujar dia. Kunci jawaban Bahasa Indonesia melalui SMS juga beredar di Jember. Namun belum diketahui apakah isi SMS di Jember dan Jombang ini sama.

Yang pasti, SMS ini sudah banyakmasukke ponselparasiswa dua hari menjelang pelaksanaan. “ Saya memang sempat menerima SMS jawaban UN itu yangnomornya tidaksaya kenal, tapi langsung saya hapus,”kata Bilfahmi, siswa jurusan IPA, SMAN 2 Jember,kemarin. Kepala SMAN 2 Jember Sukantomo mengatakan,para siswa saat ini memang tidak terlalu mempedulikan beredarnya SMS yang berisi rangkaian huruf yang diduga sebagai kunci jawaban UN.

“SMS itu menyesatkan, makanya kita sudah minta agar para siswa tidak terlalu mengacu kunci jawaban itu,”kata Sukantomo. Kabag Ops Polda Jatim Kombes Pol Abdul Ghofur mengakui adanya peredaran SMS jawaban Bahasa Indonesia.Dia juga telah melacak asal muasal SMS tersebut.“ Kita sudah turunkan tim untuk melacak isu tersebut.Saya yakin itu tidak benar.Kami akan mengecek kebenaran isu itu. Yang pasti,itu sudah kami kawal sejak awal pendistribusian.Mana mungkin itu terjadi? Saya rasa itu tidak benar,”tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur dengan tegas membantah keberadaan SMS kunci jawaban tersebut.Kendati telah ditunjukkan buktinya,mantan Kepala Disbudpar Jatim ini meyakinkan bahwa kunci jawaban itu tidak benar alias palsu. “Keberadaan kunci jawaban itu mustahil adanya.Sebab soal UN tahun ini sangat rahasia,”katanya.

Berjalan Lancar

Seperti diberitakan, sebanyak 1.554.229 siswa se-Jawa Timur mengikuti ujian yang berlangsung hingga Kamis (19/4). Meski masih diwarnai isu kebocoran soal, secara umum pelaksanaan UN di Jatim berjalan lancar. Mendikbud Mohammad Nuh sendiri meyakini 99% pelaksanaan UN tahun ini akan terbebas dari kebocoran soal dan pelanggaran lain karena pihaknya sudah menyiapkan pengamanan berlapis.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu menuturkan, pada tahun ini pengawasan dikoordinasikan dengan para dosen perguruan tinggi negeri dan swasta yang telah ditunjuk.Perguruan tinggi juga yang akan memindai lembar jawaban dan bukan lagi dinas pendidikan sebagaimana tahun lalu.Lembar jawaban itu sendiri dikirim langsung setelah ujian berlangsung tanpa ada transit di tempat lain.

Selanjutnya, lembaran soal ujian juga memakai kode khusus yang akan langsung dapat diketahui di mana titik pelanggaran jika terjadi kebocoran. Soal itu sendiri juga disegel hingga tiga lapis.Yang pertama disegel ialah kardusnya, lalu kantong plastik pembungkus amplop cokelat, dan amplop coklat itu pun turut disegel. Di sejumlah daerah, tidak ditemuka pelanggaran-pelanggaran menonjol.Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang mengatakan tak ada kendala dalam pelaksanaan UN.

Di Sidoarjo, pelaksanaan UN pada hari pertama juga berlangsung tertib, meski di sejumlah sekolah pengawas tidak memerintahkan siswa meletakkan tas di luar kelas. Hal yang sama juga dilaporkan di Bangkalan. Sebanyak 6.904 siswa tingkat SMA mengerjakan soal dengan lancar.“Belum ada laporan, baik itu terkait soal atau yang lain.Semua berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Kasi Kurikulum SMP/ SMA Sederajat Dinas Pendidikan Bangkalan Risman Iriyanto,kemarin.

Di Bojonegoro sebanyak 12.428 siswa mengikuti UN. Dua siswa di antaranya mengerjakan soal UN di ruang tahanan. Dua siswa mengerjakan ujian nasional di Polsek Kanor, satu siswa mengerjakan ujian di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Bojonegoro dan satu siswa mengerjakan ujian di Polsek Gondang. Seusai ujian, panitia mengumpulkan 130 bandel lembar jawaban ujian nasional dan sisa naskah kepada panitia di Surabaya.

Di Kabupaten Malang, ada tujuh siswa yang tidak mengikuti UN karena hamil.Namun secara tidak ada laporan adanya kecurangan-kecurangan. Sekkota Pasuruan Bahrul Ulum juga mengatakan,hari pertama UN kemarin tidak ditemui gejala penyimpangan.Pengamanan naskah UN secara berlapis menjamin tidak ada kebocoran soal.

“Alhamdulillah,hari pertama UN di Kota Pasuruan berjalan tertib dan lancar.Tingkat kehadiran juga 100%,” kata Bahrul arief ardliyanto/tritusUlum seusai inspeksi di MAN Kota Pasuruan.  julan/p juliatmoko/ muhammad roqib/abdul rouf/ arie yoenianto/zia ulhaq/neneng zubaedah

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: