FKB Gulirkan Pansus Bank Jatim

OtonomiNews – via Seputar-indonesia.com- Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Jatim Badrut Tamam menggulirkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Bank Jatim.

Sebagai bukti keseriusan,FKB siap menggalang tanda tangan anggota DPRD Jatim sebagai dukungan pembantukan Pansus. Badrut menandaskan,Pansus tersebut akan fokus pada pengusutan dugaan jebolnya keuangan Bank Jatim. Dia menengarai,kebocoran keuangan di Bank Jatim bisa mengembang tidak hanya di lima kantor cabangnya saja. ”Karenanya dibutuhkan adanya pansus, dan kami mendesak supaya pembentukan pansus bisa dipercepat,” ujar Badrut Tamam yang anggota Komisi C DPRD Jatim,kemarin.

Dia menegaskan, kinerja pansus nantinya akan mengusut sejauh mana kinerja direksi Bank Jatim, khususnya pada masalah kebocoran keuangan. Sebab, keuangan perusahaan milik pemerintah daerah ini diambilkan dari APBD. Bahkan Badrut sendiri menengarai bocornya keuangan karena adanya korupsi yang melibatkan tim survei, nasabah atau peminjam dan kepala cabang. Selain itu,Badrut juga menduga ada penyimpangan peruntukan pinjaman keuangan atau kredit yang dilakukan Bank Jatim.

Seharusnya kredit usaha rakyat (KUR) dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberikan untuk pengusaha kecil dalam mengembangkan usaha mereka. Namun, kuat dugaan pemberian kredit diberikan kepada sejumlah pengusaha besar dengan cara memanipulasi nilai agunan. Melalui Pansus tersebut, evaluasi akan dilakukan pada seluruh direksi Bank Jatim. Evaluasi ini didasarkan pada kekhawatiran adanya penyalahgunaan jabatan yang dilakukan direksi. Sebab dana Bank Jatim yang menggunakan APBD itu harus dipertanggung jawabkan.

Terkait dengan adanya penggalangan pansus, Badrut juga meminta rencana penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Bank Jatim baru dilakukan sampai kerja Pansus selesai. Dari hasil tersebut akan diketahui masyarakat luas sejauh mana kinerja direksi Bank Jatim. Sebab dalam IPO tersebut masyarakat juga akan menitipkan uangnya di Bank Jatim. Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Jatim lainnya, A Firdaus Febriyanto mengatakan, sebelumnya Komisi C telah memanggil Dirut Bank Jatim Hadi Sukrianto.

Pemanggilan tersebut terkait dengan persiapan pelaksanaan IPO dan rencana peminjaman uang untuk pembayaran ganti rugi korban lumpur Sidoarjo,namun Hadi Sukrianto tidak memenuhi panggilan tersebut. ”Dalam pekan ini kami akan memanggilnya kembali, bahkan sekaligus kami akan mempertanyakan masalah KUR yang macet,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Tim Audit PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) sedang memeriksa dua cabangnya yakni Bank Jatim Sumenep dan Bank Jatim HR Muhammad Surabaya atas dugaan skandal pembobolan dan kredit macet hingga puluhan miliar rupiah. Bahkan, diduga tiga kantor cabang lainnya juga bermasalah,yakni Kantor Cabang Bank Jatim Bangkalan, Mojokerto dan Gresik.

Namun, Corporate Secretary Bank Jatim Zulkifli A Gani mengatakan, untuk kasus di cabang Bangkalan, Mojokerto dan Gresik yang terjadi pada Maret 2012 lalu, saat ini kasusnya sudah selesai. Kini, pihaknya fokus memeriksa Cabang Sumenep dan HR Muhammad Surabaya saja. lutfi yuhandi

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: